Kamis, 07 Januari 2016

Pengalaman Nonton Bareng Film Tausiyah Cinta



Assalamualaikum warahmatullah wabarakaatuh...
Minggu, 13 Desember 2015 yang lalu saya berkesempatan untuk ikut nonton bareng film Tausiyah Cinta. Ada yang belum tahu film tausiyah cinta? Kalau belum tahu, bisa cek sinopsis dan trailernya disini.

Awal ketertarikan saya untuk menonton film ini adalah ketika ada salah satu teman yang mengunggah video trailer Tausiyah Cinta di grup WhatsApp. Kata-kata pembuka yang diucapkan oleh tokoh Lefan sudah menarik perhatian saya.

Bagaimana caranya menjelaskan rindu pada seseorang,
yang entah siapa dan dimana saat ini...
Untukmu yang jauh disana...
Terkadang mata ini iri kepada hati,
karena kau ada di hatiku,
namun tidak tampak di mataku...

Pada suatu kesempatan saat belajar kelompok, teman saya yang lain menawari saya untuk ikut nonton bareng film Tausiyah Cinta. Saya sangat senang dan langsung mengiyakan. Ternyata apa yang dulu saya katakan bahwa tidak ingin lagi ke bioskop terbantahkan karena film ini. Sayang, tiket yang bisa dipesan secara online itu ludes hanya dalam hitungan menit. Saya dan teman saya pun gigit jari.

Beberapa hari kemudian, karena minat penonton yang banyak akhirnya pemesanan tiket dibuka lagi dengan menambah studio untuk nonton bareng dan alhamdulillah saya dan teman saya kebagian tiket.

Pada hari H saat pemutaran film, panitia mengondisikan agar akhwat duduk di kursi atas sedangkan para ikhwan duduk di kursi bawah tidak sesuai tiket, karena ikhwan dan akhwat tidak boleh duduk bersebelahan kecuali yang sudah halal. Sungguh suasana bioskop jauh berbeda dengan ketika pertama kali saya nonton film ke bioskop.

Awalnya saya heran dengan film ini karena pemeran utamanya menurut saya masih asing. Yang saya tahu hanya Hidayatur Rahmi pemeran tokoh Elfa karena dia adalah salah satu pemeran utama di film pendek Cinta Shubuh daqumovie. Sedangkan, Meyda Sefira dan Irwansyah tidak menjadi pemeran utama di sini. Tapi, itulah keunikan dari film Tausiyah Cinta.

Oh, ya, saat penayangan film ini diawali dengan potongan ayat al-quran. Berbeda dengan film-film yang lain. Selain itu, dalam film ini tidak ada adegan bersentuhan dengan yang bukan mahramnya. Saya paling suka adegan tokoh Azka yang sedang muraja’ah di masjid, ketika itu dia lupa hafalannya dan pada saat dia diam karena lupa, bacaan itu dilanjutkan oleh orang disebelahnya, begitu terus sampai di satu tokoh yang tidak hafal dan menyahut dengan membaca Shodakallahul adhim.

Bukan masalah siapa yang memerankan tokoh di film ini, tapi pesan yang disampaikan di film ini sangat mengena di hati saya. Dalam film ini banyak diselipi kutipan-kutipan yang membangun. Bisa dibilang ini adalah film dakwah. Tapi dikemas dengan indah dan ringan. Oh, ya, endingnya benar-benar tidak tertebak loh. Saya saja bengong kok lihat endingnya. Pada endingnya, kita akan dituntun untuk memahami tausiyah cinta itu apa. Film ini pun menuntun kita menemukan cinta yang sejati. Bukan kepada lawan jenis, melainkan kepada penciptanya, Allah SWT.

Kesimpulannya, saya suka dengan film ini. Bukan dari segi peran yang dibawakan pemainnya melainkan pesan yang dibungkus dan disampaikan dalam film ini sungguh indah. Bagi muslim dan muslimah wajib nonton deh. Kabar gembira, hari ini film Tausiyah Cinta akan tayang reguler loh. Jangan lupa nonton ya bagi yang belum nonton.
Salam JOSS, jomblo sampai sah :D

Wassalamualaikum warahmatullah wabarakaatuh.

2 komentar :

  1. pengen nonton tapi belom sempet :/

    BalasHapus
    Balasan
    1. semoga suatu saat dapat kesempatan untuk nonton, Mbak.. aamiin.. :)

      Hapus